Menjelajahi Fantasi di Puncak: Cerita Menginap Unik di Hobbit House Seruni Hotel

Kolam Renang Hotel Seruni, PUncak

Puncak, Bogor, selalu punya cara tersendiri untuk memanggil siapa pun yang merindukan udara dingin dan kabut tipis. Bagi keluarga kami, perjalanan kali ini bukan tentang daftar panjang tempat wisata yang harus dikunjungi.

Setelah sempat mampir sejenak menikmati keriuhan di Cimory Riverside, fokus utama kami hanya satu: menikmati “rumah mungil” di bawah lereng pegunungan.

Menjelajahi Fantasi di Puncak: Cerita Menginap Unik di Hobbit House Seruni Hotel 1

Kami telah merencanakan untuk menginap semalam di Hobbit House, Seruni Hotel. Sebuah pilihan yang didasari atas keinginan para “krucil” (Azka dan sepupu-sepupunya) yang sudah terbayang-bayang serunya berenang dan bermain di sana.

Saking tidak sabarnya, kami bahkan harus merelakan waktu di Cimory agar bisa segera sampai di hotel, meski kami tahu waktu check-in masih beberapa jam lagi.

Baca Juga :
Menginap di Favehotel Kuta Kartika Plaza
Menginap di Tengah Hutan

Lokasi dan Kawasan Hotel yang Luas

Menemukan Hotel Seruni tidaklah sulit, namun butuh konsentrasi saat mengemudi. Lokasinya berada tidak jauh dari gerbang Taman Safari Indonesia. Dari arah Jakarta, kamu cukup belok kanan menuju Jalan Taman Safari. Tak jauh dari sana, ada pertigaan dengan plang besar bertuliskan “Hotel Seruni”.

Kami berbelok ke kiri memasuki Jalan Pilus—nama yang mengingatkan ayah Azka pada camilan favoritnya. Jalanan menuju hotel ini tergolong sempit. Jika kebetulan berpapasan dengan bus pariwisata atau kendaraan besar lainnya, salah satu harus mengalah dan menepi. Namun, rasa was-was di jalan sempit itu segera terbayar begitu memasuki gerbang kawasan hotel.

Hotel Seruni ternyata jauh lebih luas dari bayangan saya. Ini bukan sekadar satu gedung hotel, melainkan sebuah kompleks besar yang terbagi menjadi beberapa bagian: Seruni 1 (Pangrango), Seruni 2 (Gunung Gede), Seruni 3 (Gunung Salak), hingga area tematik seperti Seruni Egypt, Seruni Amandari, berbagai Villa, dan tentu saja si unik Hobbit House.

Liburan Impian Menanti di Hobbit House Hotel Seruni Puncak!

Nikmati kesegaran alam pegunungan, seru-seruan di waterpark kami, dan pengalaman menginap unik di rumah Hobbit yang ikonik. Pesan sekarang dan ciptakan kenangan tak terlupakan bersama keluarga Anda!

Jangan lupa saksikan video kami yah

Menunggu di Tepi Kolam dan Seluncuran Misterius

Kami tiba sekitar pukul 10 pagi. Karena aturan check-in yang kaku di pukul 14.00, kami terpaksa harus memutar otak agar anak-anak tidak bosan menunggu. Akhirnya, kami memutuskan untuk langsung menuju area kolam renang yang letaknya berdekatan dengan area Hobbit House.

Mencari parkir di akhir pekan di sini adalah tantangan tersendiri. Namun, begitu kaki melangkah ke area kolam, Azka dan sepupunya langsung “hijau” matanya. Fasilitas kolamnya cukup lengkap; ada kolam anak, kolam dewasa, hingga kolam air panas yang menjadi primadona di tengah dinginnya udara Puncak.

Menjelajahi Fantasi di Puncak: Cerita Menginap Unik di Hobbit House Seruni Hotel 2
Pemandangan Seruni Hotel dari Lahan Parkir

Ada satu hal menarik (sekaligus lucu) di area seluncuran. Terdapat dua seluncuran yang cukup tinggi dan panjang. Sayangnya, debit air yang mengalir di seluncuran tersebut sangat sedikit. Kami yang sedang berteduh di bawah salah satu jalur seluncuran sering kali ketetesan air jika ada orang yang meluncur di atas. Dari bawah, kami sering mendengar suara “seredan” punggung orang yang tidak mulus meluncurnya karena kurang air.

Sepertinya pengelola sengaja membatasi air karena ada kebocoran di sambungan pipa. Tapi bagi anak-anak? Masalah teknis itu tidak penting. Mereka tetap saja asyik bermain hingga maghrib menjelang.

Tak jauh dari kolam, ada lapangan rumput luas yang berisi berbagai wahana seperti komedi putar dan mobil-mobilan. Untuk kamu yang suka tantangan, ada arena panahan (archery). Cukup membayar Rp25.000, kamu sudah mendapatkan 10 anak panah untuk menguji fokusmu.

Masuk ke “Dunia Bawah Tanah”: Kamar Hobbit House

Pukul dua siang tepat, kami akhirnya memegang kunci kamar. Letak Hobbit House ini unik; bangunannya berada di bawah area parkiran mobil, menempel pada lereng. Terasnya menghadap langsung ke arah lembah dan pegunungan, memberikan sensasi seolah-olah kita benar-benar sedang berada di The Shire dalam film Lord of the Rings.

Kami menyewa empat kamar, dan untungnya dua di antaranya memiliki connecting door. Ini adalah kabar gembira bagi krucil, tapi “bencana” bagi telinga orang tua. Azka dan Faiz mondar-mandir antar kamar dengan riuh rendah. Dua kamar lainnya dipisahkan oleh satu kamar pengunjung lain, namun mereka tetap bisa saling berkunjung melalui pintu belakang atau teras yang sangat luas.

Interior kamarnya cukup berkarakter. Penerangannya dibuat agak temarak untuk membangun suasana hangat. Di ruang tidur dan kamar mandi, terdapat banyak detail seni berupa lukisan dan patung. Bahkan, tiang lampu penerangannya pun berbentuk patung unik.

Satu hal yang perlu kamu tahu: kamar ini tidak ada AC. Dan jujur saja, AC memang tidak dibutuhkan di sini. Saat malam tiba, udara pegunungan yang merayap masuk sudah cukup membuat kami menggigil dan mencari selimut tebal. Fasilitas di dalam kamar pun cukup lengkap, ada kulkas, kopi, teh, dan beberapa camilan gratis yang langsung disikat habis oleh Azka.

Kamar mandinya sudah dilengkapi bathtub dengan air panas yang mantap—tempat favorit krucil untuk berendam setelah puas kedinginan di kolam renang.

Menjelajahi Fantasi di Puncak: Cerita Menginap Unik di Hobbit House Seruni Hotel 3
Pose dulu di depan kamar Hobbit House, Hotel Seruni.

Sarapan dengan Pemandangan Dinding Kaca

Keesokan paginya, kabut tebal masih setia menyelimuti jendela teras. Rasanya malas sekali beranjak dari kasur yang empuk. Namun, sekitar pukul 06.30, kami dipaksa bangun untuk sarapan.

Restoran sarapan berada di gedung Hotel Seruni 3. Jaraknya lumayan jauh jika berjalan kaki dari Hobbit House, jadi hitung-hitung olahraga pagi. Restorannya sangat cantik, dikelilingi dinding kaca yang memungkinkan kita melihat panorama pegunungan secara 360 derajat.

Menu sarapannya tergolong komplit. Ada pilihan menu tradisional hingga Western. Satu yang unik dan jarang ditemukan di hotel lain adalah tersedianya aneka jamu tradisional. Menyesap segelas jamu hangat di tengah udara dingin Puncak benar-benar memberikan sensasi yang berbeda, teringat memori masa kecil saat tukang jamu gendong lewat di depan rumah.

Penutup: Puas Meski Tak Sempurna

Setelah sarapan, anak-anak kembali melanjutkan ritual wajib mereka: berenang satu kali lagi sebelum pulang. Sayangnya, Ayah Azka tidak bisa menemani merekam video vlog kali ini karena kondisi badan yang kurang fit akibat hawa dingin Puncak.

Secara keseluruhan, pengalaman menginap di Hobbit House Seruni Hotel memberikan kesan yang sangat mendalam, terutama bagi anak-anak. Faiz bahkan sampai berceletuk kalau hotel ini “bagus banget”. Memang ada beberapa catatan kecil, seperti beberapa wahana permainan yang tampak kurang terawat atau air seluncuran yang minim, namun keunikan arsitektur dan suasana alamnya berhasil menutup kekurangan tersebut.

Bagi kamu yang mencari tempat menginap dengan suasana berbeda dan ramah anak di area Puncak, Hobbit House ini layak masuk dalam daftar pilihan. Pastikan membawa pakaian hangat yang cukup dan siapkan stamina untuk mengeksplorasi kawasannya yang luas!

Apakah kamu ingin saya membantu merinci tipe kamar lain yang tersedia di Seruni Hotel agar kamu bisa membandingkannya untuk rencana liburan berikutnya?

Tinggalkan Balasan

*