Siapa sih yang nggak merasa jenuh setelah berhari-hari berkutat dengan tumpukan pekerjaan dan rutinitas kota yang itu-itu saja? Rasanya, otak butuh di-refresh dan mata butuh melihat sesuatu yang biru-biru. Setelah berdiskusi singkat di grup WhatsApp keluarga, keluarga besar ayahnya Azka akhirnya sepakat:
Kita harus ke pantai!
Pertanyaannya kemudian, pantai mana? Karena kami mencari yang tidak terlalu jauh dari Jakarta agar waktu tidak habis di jalan, pilihan pun jatuh pada Pantai Anyer di Provinsi Banten. Selain aksesnya yang makin mudah, Anyer selalu punya cara sendiri untuk memberikan ketenangan lewat suara ombaknya.
Sebenarnya, perjalanan pulang-pergi (PP) ke Anyer itu sangat memungkinkan. Tapi, mengingat ada Eyang Ti dan Eyang Kung yang sudah sepuh, ditambah pasukan “krucil” (anak-anak kecil) yang energinya tak terbatas, kami nggak mau ambil risiko.
Kasihan mereka—dan juga para driver—kalau harus kecapean di jalan. Akhirnya, kami memutuskan untuk menginap agar liburan ini benar-benar terasa santai.
Perjalanan Menuju Gerbang Banten
Pagi itu, suasana di kediaman Eyang Azka di bilangan Cilandak KKO sudah riuh. Dua mobil minibus sudah siap tempur mengangkut rombongan kami yang berjumlah 8 orang dewasa dan 5 anak-anak. Berangkat pagi adalah kunci agar terhindar dari macet horor Jakarta.
Berkat adanya Jalan Tol Outer Ring Road (JORR), perjalanan kami jadi jauh lebih efisien. Masuk dari pintu tol Cilandak, kami meluncur mulus menyusuri JORR, menyambung ke tol Jakarta-Merak, hingga akhirnya keluar di pintu tol Cilegon Barat.
Kondisi jalan mulai terasa menantang saat kami memasuki kawasan industri Krakatau Steel. Jalanan di sini agak “berjerawat” alias banyak lubang di sana-sini. Ditambah lagi, kami harus berbagi aspal dengan truk-truk besar yang bergerak lambat, membuat antrean kendaraan memanjang.
Tapi hei, itulah seni dari perjalanan darat! Alhamdulillah, setelah melewati kawasan industri dan beberapa pasar tradisional yang ramai, aspal kembali mulus hingga kami tiba di tujuan.
Baca Juga : Petualangan Dinosaurus di Jakarta: Cerita Seru (dan Sedikit Ngambek) di Taman Legenda TMII
Apartemen Marbella Anyer: Rasa Rumah di Tepi Pantai
Kali ini, pilihan tempat menginap kami jatuh pada Marbella Hotel Convention & Spa Anyer. Namun, ada sedikit tips buat kamu: kami tidak memesan kamar hotel lewat manajemen pusat, melainkan menyewa unit apartemen langsung dari pemiliknya. Biasanya, cara ini lebih hemat untuk rombongan besar seperti kami.
Kami menempati unit Executive Room di Tower Nakula lantai dasar. Begitu masuk, kami langsung disambut dengan ruang yang sangat luas. Yang paling juara tentu saja pemandangannya: Ocean View! Melihat laut langsung dari balik jendela itu rasanya priceless.
Fasilitas di unit ini sangat lengkap untuk keluarga besar:
- 2 Kamar Tidur luas (masing-masing ada 2 tempat tidur ukuran sedang).
- 2 Kamar Mandi (nggak perlu antre lama kalau mau mandi!).
- Ruang Keluarga dengan sofa besar (yang akhirnya jadi tempat favorit buat tidur sambil nonton TV).
- Dapur lengkap dengan kompor gas, dispenser, dan kulkas.
- Meja makan untuk kumpul-kumpul.
Memang ada beberapa “drama” kecil khas apartemen sewa pribadi, seperti kulkas yang sedikit bocor atau kaki tempat tidur yang agak goyang.
Tapi semua itu tertutup oleh keseruan berkumpul bersama keluarga. Kehadiran dapur adalah penyelamat, karena para ibu bisa langsung beraksi memanaskan lauk pauk lezat yang dibawa dari rumah. Wangi masakan rumahan pun langsung memenuhi ruangan!

Pasir, Ombak, dan Kebahagiaan Tanpa Henti
Tujuan utama para krucil tentu saja satu: PANTAI! Untuk menuju bibir pantai, kami harus sedikit berjalan memutar ke arah Tower Sadewa karena akses gerbang utama ada di sana.
Pantai Marbella siang itu cukup semarak. Banyak penjual suvenir, makanan, hingga jasa permainan air seperti jet ski dan parasailing. Uniknya, meskipun banyak tawaran permainan ekstrem, rombongan kami—baik anak-anak maupun dewasa—lebih memilih cara yang sederhana: bermain pasir dan mengejar ombak.
Melihat Azka dan sepupu-sepupunya tertawa lepas saat kaki mereka diterjang buih ombak adalah pemandangan yang paling menyejukkan hati.





Puas “menggaram” di laut, bukannya lelah, anak-anak malah minta lanjut berenang di kolam renang hotel. Marbella punya area kolam renang yang luas. Meski saat itu hanya satu area yang berfungsi, kedalamannya sudah dibagi dua (dewasa dan anak), jadi cukup aman.
Dua hari di Anyer rasanya benar-benar didominasi oleh air. Berenang di laut, lanjut berenang di kolam, mandi, makan, lalu tidur nyenyak. Benar-benar sebuah healing sederhana yang sangat berkualitas bagi keluarga Cemara kami.
Liburan kali ini mengingatkan saya bahwa kebahagiaan itu nggak harus mewah. Cukup dengan kebersamaan, tawa anak-anak, dan suara ombak, penat bekerja selama seminggu pun langsung hilang tak berbekas.

